Semalaman “Mencari Angin” Di Ho Chi Minh City

January 19, 2017 tips, Website Tags: , ,

Relatif terkejut begitu melihat ho chi minh city. Kota terbesar di vietnam itu terbilang terbaru. Awalnya, aku kira ho chi minh tidak lebih baik asal jakarta. Ekonominya tertinggal, penduduknya miskin, jarang gedung bertingkat serta didominasi bangunan bersejarah bekas perang global.

Apalagi, vietnam menganut sistem komunisme yang notabene tertutup dan kaku. Persepsi ini jua diamini sigit febriyanto (25), penari berasal bandung, jawa barat yg juga diundang kementerian pariwisata buat tampil pada program international travel expo (ite) ho chi minh city (hcmc) 2016. 7-11 september 2016.

“ya sebab negara komunis, aku kira kotanya seperti kota antik. Kotanya pula saya kira masih jauhlah ya menggunakan kita pada indonesia,” ujar sigit pada kompastravel.

Tetapi sejauh mata memandang kota yang terletak pada vietnam selatan itu, hanya 2 hal yang kami nikmati. Keterbukaan serta kemajuan.

Cari angin di ben tanh market

Lepas 10 september 2016 artinya malam terakhir kami pada ho chi minh city. Aku pun memanfaatkannya buat sekadar mencari angin. Satu jam sebelumnya, ho chi minh city diguyur hujan sedang sebagai akibatnya cuaca sangat nyaman buat beraktivitas pada luar ruangan.

Saya menuju ben tanh, pasar yg menjajakan majemuk pernak-pernik spesial vietnam. Asal hotel continental saigon pada distrik i, kawasan menginap, aku menyeberang dong khoi street ke arah pusat kota.

Salah satu kegiatan jual beli oleh pedagang di ben tanh market, ho chi minh city, vietnam
Di sekelilingnya, berdiri kokoh gedung-gedung glamor bertingkat. Sebagian gedung bergaya kolonial. Vietnam memang pernah dijajah perancis. Persis di depan hotel, berdiri opera house megah menghadap jalan.

Pada lebih kurang gedung itu, tampak sejumlah pusat perbelanjaan kelas atas, kafe serta restoran. Pada antaranya, tampak berlogo starbucks, coffe bene serta circle-k. Di sela itu, ada pula kelab malam menggunakan kerlap kerlip lampu serta dentuman musik yg ingar bingar hingga ke jalan-jalan.

Trotoar selebar sekitar dua meter di sepanjang jalan itu relatif dipadati poly orang berlalu lalang. Mulai dari berwajah lokal, eropa dan amerika hingga afrika. Suasana itu masih melekat mata waktu langkah kaki aku hingga di area nguyen hue, pusat kota.

Patung ho chi minh atau nguyen tat thanh berdiri gagah di tengah selasar taman kota menghadap ke sungai mekong. Ia ialah tokoh pemimpin gerakan komunis sekaligus mantan presiden republik demokrasi vietnam.

Area patung tokoh komunis vietnam ini pula dikepung pusat-pusat perbelanjaan. Di sebelah timur patung, berdiri sentra perbelanjaan plaza vincom. Pada sisi barat patung, berdiri glamor hotel rex.

Lanskap pusat kota ho chi minh pada malam hari. Pada tengah taman, terdapat patung ho chi minh yang dilingkupi bangunan mewah bertingkat. Ho chi minh merupakan tokoh pemimpin gerakan komunis sekaligus mantan presiden vietnam.

Lantai dasarnya terhampar toko aksesoris kelas atas, salah satunya chanel, bally, dc, tag hauer serta louis vuitton. Hanya pada belakang patung yg bukan sentra perbelanjaan. Gedung itu merupakan people committee hall.

Ratusan orang menikmati malam di area itu, baik hanya menggunakan berkumpul serta bersenda gurau hingga berfoto beserta. Sayang, meski tata kotanya relatif rapi, tetapi masih terdapat titik-titik yg dikotori sampah.

Pada tepi area taman, terdapat beberapa pedagang kuliner pinggir jalan. Terdapat yang menjual mi pho, bakso dan sosis goreng serta jagung dicampur susu serta keju. Harga kudapan itu bervariasi, mulai asal lima.000 sampai 15.000 dong. Mereka memakai gerobak sepeda serta motor agar dapat berkeliling area itu.



Tentang Penulis

-

Posting terkait dengan Semalaman “Mencari Angin” Di Ho Chi Minh City






Hak cipta © My Blog dan didukung oleh Caraku.co.