Kandungan Nutrisi Jeruk dan Manfaatnya bagi Kesehatan

April 20, 2017 Kesehatan

tokohajarjahanam – Jeruk (latin: Citrus Sinensis) merupakan salah satu buah-buahan suku Rutaceae yang diperkirakan berasal dari Asia Tenggara dan Asia Timur. Jeruk sempat diakui sebagai buah-buahan mewah dan dihargai amat mahal sebelum saat abad ke-20 di Eropa. Buah ini apalagi hanya disajikan selagi perayaan tertentu seperti hari raya Natal dan hari-hari besar lainnya.

Namun kini, jeruk telah jadi salah satu buah yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Rasanya yang manis, asam, dan segar membuatnya disukai banyak orang. Jeruk pun mengandung bermacam vitamin, nutrisi, dan mineral yang amat berfaedah bagi kesehatan. Di Indonesia, buah ini amat ringan dijumpai di pasaran dengan harga terjangkau.

 

Kandungan Gizi Jeruk

 

Sudah bukan rahasia kembali jikalau jeruk dikenal sebagai buah yang banyak mengandung vitamin C. Kandungan vitamin C di dalam jeruk apalagi meraih 53,2 mg per 100 g atau mencukupi 90% keperluan harian. Namun tak hanya itu, jeruk terhitung kaya dapat zat berfaedah lainnya.

 

Di antaranya terhitung serat pangan pektin, folat, vitamin B1, vitamin A serta antioksidan flavanoid beta karoten, beta cryptoxanthin, zeaxanthin, dan lutein. Jeruk terhitung mengandung potasium, tembaga, asam pantotenik, dan kalsium di dalam kuantitas lumayan banyak.

 

Kandungan fitonutrien di dalam jeruk sendiri lumayan beragam, yakni citrus flavanones, anthocyanins, hydroxycinamic acids, hesperidin, naringin, naringenin, dan bermacam polifenol lainnya. Fitonutrien ini lebih banyak ditemukan pada kulit dan daging buah berwarna putih di bagian di dalam jeruk, bukan di cairannya.

 

Manfaat Jeruk untuk Kesehatan

Dengan bermacam vitamin dan mineral tersebut, tidak diragukan kembali jeruk punya banyak kegunaan untuk kesehatan tubuh. Berikut ini sebagian di antaranya:

 

Mencegah penyakit jantung dan stroke

Seperti buah-buahan lain, jeruk punya persentase kalori yang rendah. Jeruk justru mengandung serat pangan pektin yang mampu mengikat kolesterol dengan asam empedu di di dalam usus besar. Akibatnya, penyerapan kembali kolesterol mampu ditekan dan persentase kolesterol di di dalam darah pun berkurang.

 

Vitamin C yang tersedia di dalamnya terhitung mendukung menahan oksidasi kolesterol yang diakibatkan oleh radikal bebas. Jika teroksidasi, kolesterol mampu menempel di dinding arteri dan membentuk plak yang mengakibatkan pengerasan dinding arteri atau ateroklerosis.

 

Tak hanya itu, persentase folat di dalam jeruk terhitung dipercayai mampu menurunkan persentase homosistein, salah satu faktor penyebab penyakit kardiovaskular. Sedangkan potasium dan flavanone herperidin di dalamnya mendukung menurunkan darah tinggi. WHO terhitung menganjurkan supaya buah-buahan citrus disertakan di dalam diet untuk pencegahan penyakit kardiovaskular seperti jantung serta stroke.

 

Penelitian besar di Amerika yang dikaji oleh CSIRO (The Commonwealth Scientific and Industrial Research) menunjukkan bahwa menambahkan mengonsumsi buah dan sayur sebanyak satu porsi di dalam sehari mengurangi risiko stroke hingga 4%. Angka ini meningkat hingga 19% untuk buah-buahan citrus terhitung jeruk.

Mengontrol persentase gula di dalam darah

Selain kolesterol, serat pangan berfaedah untuk mengontrol persentase gula di dalam darah. Gula alami di dalam jeruk, fruktosa, terhitung merawat persentase gula supaya tidak naik amat tinggi sesudah makan. Karena itulah jeruk dikenal sebagai salah satu buah yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

 

Jeruk pun mengandung antioksidan antingerin yang mendukung merawat berat badan supaya selalu ideal, menahan obesitas, dan menambah sensitivitas insulin. Ketiganya merupakan hal yang perlu untuk diperhatikan di dalam perawatan penderita diabetes.

 

Menurunkan risiko kanker usus besar

Tingginya serat pangan pada jeruk terhitung mendukung tubuh menangkap senyawa kimia penyebab kanker dan menjauhkannya dari sel-sel usus besar. Pektin terhitung merawat membran mukosa pada usus besar dengan mengurangi paparan senyawa beracun.

Ditambah lagi, jeruk kaya dapat vitamin C yang merupakan salah satu antioksidan alami yang mampu merawat tubuh dari radikal bebas pemicu kanker. Sebanyak 48 penelitian yang dikaji CSIRO apalagi menunjukkan bahwa diet yang melampirkan buah-buahan citrus menyediakan bantuan pada sebagian type kanker secara signifikan.

 

Berpotensi menahan kanker dan bisul perut

Salah satu penelitian yang diterbitkan di “Journal of the American College of Nutrition” mengutarakan potensi jeruk untuk menahan kanker dan bisul perut. Hasil studi menunjukkan bahwa risiko terkena infeksi Helicobacter pylori, bakteri penyebab bisul pada perut, lebih rendah 25% pada partisipan yang punya persentase vitamin C tinggi di dalam darah.

 

Belum mampu dipastikan apakah H. Pylori menurunkan persentase vitamin C di dalam darah atau sebaliknya. Meski demikian, Dr. Joel A. Simon, peneliti utama di dalam studi ini menganjurkan orang-orang yang positif terinfeksi H. Pylori untuk mengonsumsi makanan yang kaya dapat vitamin C seperti jeruk.

 

Meningkatkan daya tahan tubuh

Vitamin C merupakan antioksidan larut air yang utama di dalam tubuh kita. Vitamin ini mendukung tubuh menambah resistensi pada kuman penyebab penyakit, terhitung flu dan infeksi telinga. Jeruk pun mengandung vitamin A yang mampu merawat kesehatan membran mukosa supaya kuman penyebab penyakit tidak ringan masuk ke di dalam tubuh.

 

Manfaat ini dapat lebih banyak Anda dapatkan jikalau mengonsumsi jeruk segar. Salah satu studi yang diterbitkan di British Journal of Nutrition apalagi menunjukkan bahwa meminum segelas jus jeruk jauh lebih berfaedah daripada mengonsumsi vitamin C di dalam bentuk suplemen.

 

Terkait: 14 Makanan untuk Menambah Kekebalan Tubuh

 

Mencegah pembentukan batu ginjal

Penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition menjunjukkan bahwa risiko pembentukan batu ginjal kalsium oksalat berkurang pada wanita yang meminum ½ hingga 1 liter jus jeruk, grapefruit, dan apel tiap-tiap hari. Kadar pH dan eksresi asam sitrat terhitung meningkat pada urin mereka.

 

Menjaga kesehatan sistem pernafasan

Jeruk terhitung buah yang punya persentase beta cryptoxanthin tinggi tak hanya labu, pepaya, peach, dan jagung. Penelitian yang diterbitkan di “Cancer Epidemiology, Biomakers, and Prevention” mengutarakan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan kaya cryptoxanthin punya risiko terkena kanker paru 27% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

 

Mengurangi risiko terkena radang sendi

Penelian yang diterbitkan di dalam “American Journal of Clinical Nutrition” menunjukkan jikalau meminum segelas sari jeruk tiap-tiap hari mampu menurunkan risiko terkena radang sendi secara signifikan. Dari 25 ribu partisipan, mereka yang asupan zeaxaanthinnya paling tinggi punya risiko 52% lebih rendah, namun yang asupan cryptoxanthinnya tertinggi punya pengurangan risiko sebesar 49%.

 



Tentang Penulis

-

Posting terkait dengan Kandungan Nutrisi Jeruk dan Manfaatnya bagi Kesehatan






Hak cipta © My Blog dan didukung oleh Caraku.co.